"Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya, Kitabullah dan Sunnah" (HR. Malik)

Gerakan dan Bacaan Sholat

Sholat merupakan salah satu pilar dari Islam berdasarkan sebuah hadits dari jalan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Islam dibangun di atas lima dasar, bersaksi tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, shaum di bulan Ramadhan dan pergi haji ke baitullah”. (HR Bukhori dan Muslim)

Maka ketika seorang muslim meninggalkan sholat berarti ia telah lalai dari menjaga kekokohan pilar agama ini. Dan sholat adalah pembatas atau pembeda antara seorang muslim dan kafir, maka manakala ia meninggalkan sholat dengan menganggap sholat sebagai sesuatu pekerjaan yang tidak wajib setelah dijelaskan kepadanya dan ditegakkan hujjah atasnya sungguh telah kafirlah orang yang menyakini seperti itu.

Namun yang menarik dalam uraian di sini adalah tentang pentingnya memahami tata cara sholat sebagaimana dicontohkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dipraktekan oleh para sahabat beliau ridwanullah ‘alaihim jami’an.  Hal ini dirasakan sangat penting karena perintah mengikuti sholat Nabi kita berasal langsung dari beliau sendiri sebagaimana sabdanya:

shollu kama ro’aitumuni usholli

Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.

Maka sebagai muslim yang baik hendaknya kita taslim dengan apa yang datangnya dari Rasulullah dan tidak ada sedikitpun rasa berat di dalam dada untuk melaksanakannya sesuai dengan perintahnya.

Telah begitu banyak tuntunan sholat baik berupa buku, kaset atau ceramah dari para da’i tentang bagaimana gerakan dan bacaan sholat yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satunya adalah karya seorang muhaddits, mujaddid besar abad ke 21 dari negeri Syam beliau adalah Al Imam Al Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah ta’ala. Beliau menulis sebuah buku ,yang sangat bagus untuk dibaca dan dipraktekan tentang tatacara sholat sesuai dengan tuntunan as-Sunnah, yang berjudul ‘Shifatu Shalaati An-Nabiyyi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallama min At-Takbirii ilaa At-Taslimi Ka-annaka Taraahaa’ Edisi Indonesia Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun sekali lagi berhubung keterbatasan waktu dan tenaga kami hanya sajikan sebagian dari apa yang beliau rahimahullah ta’ala telah tulis. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik sejatinya pembaca bisa langsung memiliki kitab (buku) tersebut. Apa yang kami sajikan hanya sebagai alat bantu untuk memudahkan mengingat dan mereview dengan cepat melalui bantuan blog ini.

Berikut kami kutip penjelasan tentang tatacara sholat tersebut dimulai dari mulai Takbirratul Ihram  hingga Salam, kemudian disertai dengan dalil-dalil yang menyertainya.

  • Takbir

Hadist-hadits tentang Takbir: 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu memulai shalatnya dengan mengucapkan: “Allahu akbar” (Muslim dan Ibnu Majah)

Dan beliau pun pernah memerintahkan seperti itu kepada orang yang sholatnya salah. Beliau berkata kepada orang itu:

“Sesungguhnya shalat seseorang tidak sempurna sebelum ia berwudhu’ dan melakukan wudhu’ sesuai ketentuannya, kemudian ia mengucapkan Allahu akbar”. (Thabrani dengan sanad shahih)

Beliau bersabda:

“Kunci sholat adalah bersuci, pembukanya adalah takbir, dan penutupnya adalah salam”. (Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim disahkan oleh Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Al-Irwa’ Hadits no. 301)

“Beliau bertakbir dengan suara keras sehingga terdengar oleh orang-orang di belakangnya (makmum)”. (Ahmad dan Hakim)

  • Ruku’

Hadits-hadits tentang Ruku’: 

Kana shollallahu ‘alahi wa sallam yadho’u kaffaihi ‘ala rukbataihi

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan telapak tangannya pada kedua lututnya”. (Bukhori dan Abu Dawud)

Beliau menyuruh sahabat melakukan demikian. (Bukhori & Muslim)

Beliau menyuruh berbuat demikian kepada orang yang shalatnya salah.

Kana yumakkinu yadaihi min rukbataihi ka’annahu qoobidhun ‘alaihima

“Beliau menekankan tangan pada kedua lututnya (seolah- olah ia menggenggam lututnya”. (Bukhari & Abu Dawud)

Kana yufarriju baina ashoobi’ihi

“Beliau merenggangkan jari-jarinya”. (Abu Dawud no. 809, Al-Hakim)

Idza raka’ta fadho’ rohataika ‘ala rukbataika tsumma farrij baina ahoobi’ika tsumma imkuts hatta ya’khudza kullu ‘udhwin ma’ khodzahu

“Jika kamu ruku’, letakanlah tanganmu pada lututmu kemudian renggangkanlah jari-jarimu, kemudian tenanglah sampai ruas tulang belakangmu mantap di tempatnya”. (Shahih Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah)

Kana idza raka’a basatho zhahrahu wa sawwaahu hatta lau shubba ‘alaihi al maa’u lastaqorro

“Jika beliau ruku’ beliau meluruskan dan membentangkan punggungnya”. (Baihaqi dan Bukhari)
“Sehingga bila air dituangkan di atas punggung beliau, air tersebut tidak akan bergerak”. ((HR Thabrani, Abdullah bin Ahmad dan Ibnu Majah)

Kepada orang yang salah shalatnya beliau berkata:

Fa idza raka’ta faj’al roohataika ‘ala rukbataika wamdud zhohroka wa makkin li rukuu’ika

“Jika kamu ruku’ letakkanlah tanganmu pada lututmu dan luruskanlah punggungmu serta tekankan tanganmu untuk ruku”. (HR Ahmad & Abu Dawud)

  • Sujud

Hadits-hadits tentang Sujud: 

Kana ya’tamidu ‘ala kaffaihi wa yabsuthuhuma wa yadhummu ahoobi’ahuma wa yuwajjihuha qibalal qiblati

“Beliau meletakkan kedua telapak tangannya dan membukanya serta merapatkan jari-jarinya dan menghadapkannya kea rah kiblat”. (Abu Dawud, Al-Hakim, Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah, sanad shahih)

Kana yaj’aluhuma hadzwa mankibaihi

“Beliau meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya”. (Abu Dawud dan Tirmidzi, lihat Al-Irwa no. 309)

Hadzwa udzunaihi

“Terkadang sejajar dengan daun telinganya”. (Abu Dawud dan Nasa’i)

Kana yumakkinu anfahu wa jabhatahu min al ardhi

“Beliau menekankan hidung dan dahinya ke tanah”. (Abu Dawud dan Tirmidzi, lihat Al-Irwa no. 309)

Idza sajad tafamakkin li sujuudika

“Apabila kamu sujud sujudlah dengan menekan”. (Abu Dawud dan Ahmad)

Idza anta majadta fa amkanta wajhaka wa yadaika hatta yathma’inna kullu ‘adzmin minka ila maudhi’ihi

“Apabila engkau sujud, tekankanlah wajahmu dan kedua tanganmu ke tanah sehingga setiap ruas tulangmu kembali ke tempatnya”. (Ibnu Khuzaimah)

Kana yumakkinu aidhon rukbataihi wa athroofa qodamaihi

“Beliau juga menekankan kedua lututnya dan bagian depan telapak kaki ke tanah”. (Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah)

Yarushshu ‘aqibaihi

“Beliau merapatkan kedua tumitnya”. (Thahawi, Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim)

Yanshibu rijlaihi

“Beliau menegakkan kedua telapak kakinya”. (Baihaqi, sanad shahih)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: