"Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya, Kitabullah dan Sunnah" (HR. Malik)

Bismillah, wash Sholaatu was salaamu ‘ala Rosulillaah, wa ‘ala aalihi wa man waa laahu. Berikut adalah beberapa hadits yg masyhur(populer) di masyarakat, khususnya saat bulan Ramadhan yg penur berkah. Sering dibawakan oleh para penceramah, disebarkan lewat sms tausiyah, maupun artikel dan selebaran. Namun amat disayangkan, hadits2 tsb ialah Lemah dan Palsu. Amat penting bagi ummat Islam untuk mengetahui derajat sebuah hadits sebelum mengamalkan atau menyebarkannya, siapa yg meriwayatkan? apakah shahih atau tidak?. Karena hadits lemah, apalagi palsu, tidak dapat disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan mengatakan Rasulullah berkata begini dan begitu padahal -ia tahu bahwa hal tsb- tidak pernah keluar dari lisan beliau yg mulia ataupun tidak pernah dilakukan oleh beliau, merupakan dosa yg besar, sebagaimana sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Read the rest of this entry »

Terdapat perkataan miring dari sebagian orang yang membenci dakwah sunnah, bahwa salafiyyin, atau orang yang meneladani generasi salafush shalih dalam beragama, enggan bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam atau bahkan dituduh anti-shalawat. Padahal salafiyyin, yang senantiasa berpegang-teguh pada dalil-dalil shahih, bershalawat ratusan kali setiap harinya. Hal ini merupakan konsekuensi dari mengikuti dalil-dalil shahih, karena banyak dalil-dalil shahih yang menganjurkan amalan tersebut. Read the rest of this entry »

Artikel ini dimuat sebagai hujjah yang sangat tegas dan terang dan bantahan telak yang akan membungkam kepongahan kaum Liberal dengan selogan kebebasannya yang tak henti-henti berusaha “menggagahi” syariat yang mulia dengan pemikiran-pemikiran nyleneh dan sangat merusak akidah umat islam di negeri ini. Salah satu keyakinan rusak mereka adalah dengan mengatakan: “Ilmu-ilmu naqli semacam hadis itu tak membutuhkan penalaran yang mendalam, sebab modal utamanya hanyalah “ingatan” yang kuat”.

Baca artikel selengkapnya…

Larangan Isbal

Oleh: Abu Abdillah Ibnu Luqman

Isbal artinya melabuhkan pakaian hingga menutupi mata kaki, dan hal ini terlarang secara tegas baik karena sombong maupun tidak. Larangan isbal bagi laki-laki telah dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat banyak, maka selayaknya bagi seorang muslim yang telah ridho Islam sebagai agamanya untuk menjauhi hal ini. Namun ada sebagian kalangan yang dianggap berilmu, menolak (larangan) isbal dengan alasan yang rapuh seperti klaim mereka kalau tidak sombong maka dibolehkan?!

Baca artikel selengkapnya…

Kemana Mereka Pergi?

Oleh: Abu Fatih Muhammad Harits as-Syirbuni

Bismillahirrahmanirrahim

Pada tanggal 31 Desember 2007 pukul 19.30 masih terekam jelas dalam ingatan saya suasana hangar-bingar di sekitar tempat tinggal saya sebuah kecamatan dari kabupaten kota industri di pinggiran ibu kota Jakarta,

Dentuman petasan, raungan suara knalpot motor dengan asap yang mengepul, percikan kembang api meluncur ke udara, jalanan macet, tiupan terompet adalah pemandangan dominan pada tanggal tersebut meskipun suasana malam diselimuti awan mendung.

Baca artikel selengkapnya…

oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

MUQODDIMAH PENULIS

Ini adalah Tulisan singkat dalam Ushul Fiqih yang kami tulis sesuai kurikulum yang telah disepakati untuk tahun ketiga Tsanawiyah di ma’had-ma’had ilmiyyah, dan kami menamakannya: (al-Ushul min ‘Ilmil Ushul)

Aku memohon kepada Allah agar menjadikan ilmu kami ikhlas karena Allah dan bermanfaat bagi hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah Maha Dekat dan Maha Mengabulkan Doa.

Baca artikel selengkapnya…

Azab Kubur

oleh: Dr. Said bin Musfir Al-Qohthani

Alam kubur merupakan persinggahan pertama dari persinggahan-persinggahan akhirat. Setelah manusia mati dan hidupnya terputus, maka dia akan pindah ke akhirat melalui jalan persinggahannya yang pertama yaitu alam kubur. Untuk mulai mendapatkan balasan atas amal perbuatannya. Barangsiapa yang berbuat baik, maka dia akan dicukupkan oleh Allah atas kebaikannya dengan kenikmatan di dalam kubur. Dengan menggantinya menjadi salah satu taman dari taman-taman surgawi. Sedangkan orang yang berbuat tercela-na’udzubillah-akan dihukum oleh Allah dikuburnya dengan mengubah kuburannya menjadi salah satu lubang dari lubang-lubang neraka. Kemudian kenikmatan atau azab di kubur itu akan terus berlanjut hingga Hari Kiamat. Dan manusia dibangkitkan dari kuburan mereka untuk dihisab, kemudian dimasukkan ke dalam surga atau neraka.

Baca artikel selengkapnya…

Awan Tag